Minggu, 05 Februari 2012

Instalasi Fedora 13 Dari USB

Download iso Fedora live cd dari http://fedoraproject.org/get-fedora atau dari mirror indonesia http://kambing.ui.ac.id/iso/fedora/13/Live/i686/, kalo anda menggunakan fedora versi sebelumnya bisa dilakukan dengan :
yum install liveusb-creator
untuk versi windowsnya bisa di download di http://fedorahosted.org/liveusb-creator, setelah instalasi berjalan sempurna, buka liveusb-creator
<p>Your browser does not support iframes.</p>
klik browse, pilih tempat anda menyimpan iso fedora 13, pada target device pilih usb anda akhiri dengan mengklik create live usb.

Langkah Mudah Cara Instalasi Fedora 13 di Komputer

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah penulis kembali lagi ke dalam portal ini untuk belajar sharing tentang open source. Kali ini penulis akan sharing tentang bagaimana cara install Fedora 13 ke dalam komputer/laptop kita. Bagi pembaca sekalian yang bingung tentang apa itu linux, open source, distro, silahkan baca tulisan penulis sebelumnya disini. Dan untuk mengenal apa itu distro fedora bisa mengunjungi http://fedoraproject.org/ atau http://id.wikipedia.org/wiki/Fedora .
Persiapan Instalasi Fedora 13
Sebelumnya ada dua persiapan dimulai dari hardware dan software, pastikan dua persiapan ini sesuai dengan speksifikasinya.
Hardware
Spesifikasi minimal hardware untuk instal fedora 13 :
  1. Prosesor 400 MHz atau yang lebih tinggi
  2. Memori 512 MB direkomendasi 1 GB
  3. Harddisk dengan ruang kosong 10 GB (hanya untuk instalasi)
  4. CD/DVD kosong 1 GB (untuk burning ISO)

Install OpenOffice 3.3.0/3.4.0 on Fedora 16/15


1. Download OpenOffice.org 3.3.0/3.4.0 Beta Linux Package

OpenOffice.org 3.3.0 32-bit version

wget http://download.services.openoffice.org/files/stable/3.3.0/OOo_3.3.0_Linux_x86_install-rpm-wJRE_en-US.tar.gz

OpenOffice.org 3.3.0 64-bit version

wget http://download.services.openoffice.org/files/stable/3.3.0/OOo_3.3.0_Linux_x86-64_install-rpm-wJRE_en-US.tar.gz

OpenOffice.org 3.4.0 Beta 32-bit version

wget http://download.services.openoffice.org/files/extended/3.4beta/OOo-Dev_3.4beta_20110411_Linux_x86_install-rpm_en-US.tar.gz

OpenOffice.org 3.4.0 Beta 64-bit version

wget http://download.services.openoffice.org/files/extended/3.4beta/OOo-Dev_3.4beta_20110411_Linux_x86-64_install-rpm_en-US.tar.gz

2. Change to root User

Permasalahan Jaringan Yang Sering Terjadi dan Cara Penanganannya

1.NIC/Ethernet Card tidak terdeteksi oleh sistem

gejalanya:

a.pada Device Manager, Ethernet Card nya berstatus “!” “?”, dan “x”

b.tidak tampil nya “Local Connection icon”

cara penanganan nya:

Cara instalasi Fedora 15

Pada prinsipnya menginstal fedora 15sama seperti fedora sebelumnya.
spesifikasi untuk menginstal fedora 15 adalah
proccesor minimal pentium 4
ram 512 mb tapi sebaiknya 1 gb
dvd r/rw
hdd 15 Gb
dvd instalasi

Pertama Anda harus download dan membakar Fedora 15 ISO file ke CD.
Untuk men-download file ISO,cari repositori terdekat
Anda harus membakarnya ke CD-R kosong dengan CD program yang terbakar.  

Selanjutnya,  CD ke dalam komputer Anda ingin menginstal Fedora 15.  Anda harus
boot dari CD untuk memulai proses instalasi.
 Anda mungkin perlu mengubah urutan boot agar boot komputer dari CD sebelum hard drive.  BIOS Anda mungkin memiliki menu boot secara manual memilih perangkat yang ingin Anda boot dari.  Boot menu dapat diakses dengan F9, F10, F11 atau F12.

Kamis, 02 Februari 2012

Install Wi-Fi BroadCom di Linux Fedora


Beberapa kali mengajarkan mahasiswa menginstall Linux khususnya Fedora yang paling sering ditemui adalah masalah WI-FI di beberapa Laptop kebanyakan sih produknya HP.. selidik punya selidik ternyata memang WIFI di laptop HP kebanyakan menggunakan Broadcom. Tapi itu bukan alasan loh untuk tidak menggunakan linux, karena setelah browsing sana-sini kebetulan seorang teman yang hidup matinya di linux.. memberikan link di account FB nya.. ke sebuah blognya KPLI-palu yang membahas mengenai installasi Wireless broadcom ini.
Setelah baca sebentar langsung praktekin dagh pada HP probook 5220m.. dan hasilnya bewwww… Sukses!!!
caranya ternyata cukup mudah juga gak pakai ribet dan gak pakai lama..
1. Buka terminal
2. jangan lupa colokin tuh laptop dengan LAN kabel dulu.
3. ketikkan perintah berikut ini
  • yum install kmod-wl b43-fwcutter
  • wget -c http://downloads.openwrt.org/sources/broadcom-wl-4.150.10.5.tar.bz2
  • tar -jxvf broadcom-wl-4.150.10.5.tar.bz2
  • cd broadcom-wl-4.150.10.5/driver/
  • b43-fwcutter -w /lib/firmware wl_apsta_mimo.o
4.  klik pada NetworkManager di laptop anda dan lihat apa yang terjadi…

semoga bermanfaat…

Beberapa Masalah Install di Fedora dan Solusinya


Beberapa hari yang lalu saya coba menginstall Fedora (distro linux yang merupakan kelanjutan Redhat versi komunitas dan termasuk salah satu distro yang populer)  lewat flashdisk dengan cara membuat Live USBnya dari file ISO pake UNetbootin[1](ISO imagenya bisa didapat di http://fedoraproject.org/en/get-fedora-all). ISO yang saya gunakan Fedora-12-x86_64-Live-KDE.iso, kenapa Fedora 12? karena itu versi stable release yang terbaru saat ini (Maret 2010) dengan Fedora 13 yang masih versi beta, x86_64 karena laptop saya yang prosesornya Core2Duo sudah mendukung 64-bit, K desktop environment karena saya suka tampilannya KDE :D ..
Lewat installer dengan GUI yang intuitif akhirnya ia berhasil saya install ke laptop dengan cepat dan menyenangkan. Namun.. jreng3x.. setelah selesai menginstall Fedora di laptop, saya menemui beberapa problem.. wah kumaha yeuh? but it’s ok, tinggal lihat panduan dokumentasinya[2] saja kan? atau kalaupun tidak berhasil biasanya solusinya bertebaran di banyak situs[3] dan forum[4], tinggal googling sajah[5]. Kecuali beberapa masalah yang spesifik distro, biasanya untuk distro linux apapun solusi masalahnya hampir sama. Hanya saja, untuk tipe komputer berbeda ada kemungkinan masalah yang timbul berbeda pula karena perbedaan konfigurasi hardware, jadi kadang perlu tau juga hardware yang bermasalah tipenya apa, biar gampang googlingnya.
Berikut list problem setelah saya nginstall Fedora di laptop Axioo saya:
1. Resolusi Layar
Setelah diinstall, resolusi layar di laptop tidak secara otomatis diset ke mode WXGA (1280×800), di System Settings > Display hanya ada 2 pilihan resolusi yaitu 640×480 dan 800×600.. wadduh.
Saya bingung dan cari-cari di google ternyata solusinya mudah, pertama install dulu paket system-config-display dengan yum (yang merupakan installer paketnya fedora)
yum install system-config-display
# keterangan:
# perintah shell di atas semacam ini dijalankan lewat terminal konsole
# shortcutnya: Alt+F2 > konsole

# sesudah selesai diinstall langsung jalanin perintah:
system-config-display
setelah itu muncul jendela pilihan berbagai resolusi monitor, tinggal pilih deh yang sesuai ukuran layar ;)
2. Pengaturan Brightness
Waktu nyoba install versi GNOME-nya fedora gak ada masalah, tapi di versi KDE-nya kombinasi tombol Fn+F8/F9 buat ngatur brightness (tingkat kecerahan layar) gak respon, jadi kalau AC adapternya dicolok terang, kalau dicabut buram.
Berdasarkan pencarian topik ini di beberapa forum Fedora, kayaknya masalah ini memang sering juga ditemui di laptop yang install fedora versi KDE. beberapa orang menyarankan parameter boot di GRUB ditambah nomodeset vga=0×315 atauacpi=off, walaupun saya gak ngerti maksudnya tapi saya coba saja tambahkan 2 list baru buat menu bootnya dengan parameter-yang-entah-apa itu.
su -c 'nano /boot/grub/grub.conf'
Ok, apakah masalahnya selesai? ternyata tidak saudara2.. saya makin bingung dan mencoba2 beberapa cara lain meski nggak ngerti, tapi saya lupa gimana caranya tiba-tiba muncul file yang saya pikir mungkin ini yang ngaturnya, mungkin bisa kali kalau dibuat sendiri? :?
su -c 'nano /proc/acpi/video/VGA/LCD/brightness'
yang isi teks filenya:
levels: 0 14 28 42 56 70 84 100
current: 28
Meskipun kombinasi Fn+Fx di keyboard gak jalan, kita bisa ngatur tingkat kecerahan layar dengan mengklik ikon batere, disitu ada slider buat “Screen Brightness”.. wew.
3. Mount Drive Otomatis
Saat startup, harddisk tidak dimount otomatis.. saya gak tau apakah memang ini defaultnya setelah nginstall. Tapi solusinya cukup mudah, tinggal edit file /etc/fstab terus tambahin drive mana aja yang mau di mount otomatis saat start
su -c 'nano /etc/fstab'
4. Mainin MP3 dan File2 Multimedia lainnya
Sudah menjadi hal yang biasa kayaknya di rilis beberapa distro linux (termasuk fedora) tidak menyertakan dukungan format MP3 karena alasan lisensi. Wikinya Fedora menyarankan download rpm mp3 codecnya fluendo, beberapa thread di forum menyarankan install paket2 gstreamer.
yum search gstreamer
Tapi gak nemu paket khusus MP3 yang saya cari.. Nyari-nyari ternyata ada juga paket multimedia yang cukup lengkap di paket “non-free”nya[6] RPMFusion, tapi karena tidak ada di list reponya yum jadi tambahin dulu repository RPMFusion lalu import GPG-key nya biar bisa diinstall lewat yum.
su -c 'rpm -Uvh http://download1.rpmfusion.org/free/fedora/rpmfusion-free-release-stable.noarch.rpm http://download1.rpmfusion.org/nonfree/fedora/rpmfusion-nonfree-release-stable.noarch.rpm'

su -c 'rpm --import PUBKEY'
# ganti PUBKEY dengan alamat pubkeynya
Langkah-langkah lengkapnya bisa dibaca di http://rpmfusion.org/Configuration
Sedangkan untuk ngecek sudah masuk atau belum ke list repository, kita bisa menggunakan command
yum repolist
5. Flash Player di Browser
Cukup menyebalkan rasanya, dengan banyaknya situs yang menggunakan flash tetapi firefox bawaannya Fedora ini tidak bisa membukanya karena tidak terinstall plugin Flash player (dengan alasan yang sama dengan tidak terinstallnya codec MP3 secara default). Jadi kita perlu terlebih dulu mengunduh paket flash player plugin dihttp://get.adobe.com/flashplayer/ dengan beberapa pilihan metode install apakah yum, rpm, atau .tar.gz
6. Nambahin Command “sudo”
Di distro linux yang basisnya Ubuntu, command “sudo” sudah default di user yang nginstall (eh, bener gak ya?). Kelebihannya praktis karena dapat menjalankan sebaris perintah yang membutuhkan root privileges tanpa perlu login root
su
# perintah utk login ke super user (root)
Sedangkan di Fedora command “sudo –sebuahperintah” bisa menggunakan “su -c ‘sebuahperintah’”, tapi karena sudah terbiasa nyaman dengan sudo, untuk supaya kita sebagai user biasa bisa menjalankan sudo, kita perlu mengedit file /etc/sudoers dan menambahkan user
su -c 'nano /etc/sudoers'
# pada file, tambahkan sebuah baris dengan format:
# USERNAME ALL=(ALL) ALL
# ganti USERNAME dengan nama user
sekarang kita bisa menuliskan perintah yang sama dengan sebelumnya, kali ini tanpa diapit apostrof ;)
sudo nano /etc/sudoers
7. VirtualBox Gamaujalan
Software opensource dengan look ‘n feel yang sama persis seperti VMWare, jadi bisa install Windows virtual kalau-kalau butuh jalanin program spesifik windows karena kalau diemulasi Wine kurang performanya dibandingkan dijalanin di Windows langsung.. Nah, untuk berhubungan dengan OS hostnya tinggal buat shared folder hehe.. asik bener 8)
Masalahnya, ketika saya coba jalanin malah error, padahal usernya sudah saya masukin ke grup ‘vboxuser’ :? di jendela error tersebut ada keterangan yang isinya bahwa saya harus mengcompile
/etc/init.d/vboxdrv setup
rupanya saya belum install paket kernel development..
yum search kernel-devel

su -c 'yum install NAMA_PAKET'
# ganti NAMA_PAKET dengan nama paket yang ditemukan pada perintah pertama
tapi nasib tetep gagal.. kenapa ya?
Setelah melalui penelusuran tidak mendalam, ternyata eh ternyata paket kernel development linux yang terinstall harus versi yang sama dengan versi kernel yang kita gunakan, misalnya yang terjadi di saya gunakan kernel devnya 2.6.32.9-70.fc12.x86_64 padahal yang lagi dipake versinya 2.6.31.5-127.fc12.x86_64. Untuk versi kernel yang dipake bisa diliat di /boot/grub/grub.conf ada baris /boot/vmlinuz-nomerkernelnya, tinggal kita edit itu.
su -c 'nano /boot/grub/grub.conf'

# restart komputernya ke kernel versi, baru jalanin lagi:
/etc/init.d/vboxdrv setup
8. Konfigurasi YUM Pada Jaringan Ber-Proxy
Secara default, yum mengakses repository dari network lewat protokol HTTP. Masalahnya, akses internet di kampus menggunakan proxy sehingga yum tidak dapat mengakses repository diluar jaringan kampus. Untuk itu saya perlu mengedit settingan di file konfigurasi yum yang terletak di /etc/yum.conf
su -c 'nano /etc/yum.conf'
Tambahkan baris berikut pada file /etc/yum.conf:
# Proxy server dan nomer port:
proxy=http://alamatproxyservernya:nomerportnya
# Contoh: proxy=http://cache2.itb.ac.id:8080

# Akun dan password:
proxy_username=namausernya
proxy_password=passwordnya
Konfigurasi di atas menggunakan asumsi bahwa jaringan yang digunakan setiap saat adalah jaringan ber-proxy tersebut. Sedangkan jika setting proxy hanya dibutuhkan sesekali, ada cara yang lebih elegan agar tidak perlu menyimpan password, salah satunya dengan membuat fungsi pada shell untuk menset proxy seperti pada artikel ini, atau langsung saja ketikkan pada shell:
export http_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxyservernya:nomerportnya/"
# Contoh:
export http_proxy="http://faisalman:password@cache.itb.ac.id:8080/"
export no_proxy="localhost, 127.0.0.1, .itb.ac.id, 167.205.0.0/16"
Sebaliknya, jika akses internet sudah direct connection (tidak menggunakan proxy), set ulang dengan command pada console:
export http_proxy=""
Untuk memeriksa settingan proxy yang mana yang sedang digunakan kita dapat melihatnya dengan mengetikkan command pada linux console:
echo $http_proxy
9. Dan lain-lain
Banyak sih, cuman udah males nulisnya.. nanti deh diupdate lagi ;p
***
Footnote:
[1] http://unetbootin.sourceforge.net/
[2] http://fedoraproject.org/wiki
[3] banyak sekali, salah satunya http://www.linuxquestions.org
[4] salah satunya http://forums.fedoraforum.org
[5] namanya googling ya http://www.google.com, kecuali disebutkan yahooing atau binging :D
[6] Non-free disini bukan berarti softwarenya tidak gratis (alias harus bayar) tetapi lisensi softwarenya tidak bebas (alias proprietary).